Allah yang memulihkan

Allah yang memulihkan

“Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” (Yeremia 29:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 1–4



Adakah manusia yang tidak pernah membuat kesalahan sepanjang hidupnya? Tidak bisa dipungkiri bahwa kita pasti membuat berbagai kesalahan dalam hidup kita, dan tidak jarang juga kesalahan yang kita buat itu merugikan diri kita sendiri. Tetapi, banyak orang yang tidak mau belajar dari kesalahannya, bahkan justru terjatuh dalam penyesalan dan kesedihan karena melihat akibat yang ditimbulkan dari kesalahannya. Hal ini membuat mereka menjadi kesulitan untuk dapat melangkah kembali, karena merasa telah kehilangan harapan.

Perasaan terbuang dan kehilangan harapan ini juga dirasakan bangsa Israel ketika mereka harus berada di pembuangan sebagai hukuman Allah karena berbagai dosa dan kesalahan yang telah mereka perbuat. Karena keadaan tersebut, mereka merasa bahwa Allah telah meninggalkan mereka, kehilangan harapan, dan tenggelam dalam kesedihan. Sekalipun demikian, Allah tidak begitu saja meninggalkan mereka. Melalui Yeremia, Allah memberikan harapan bagi mereka dengan menyatakan kehadiran-Nya, dan bersedia untuk mendengarkan serta memulihkan keadaan mereka, supaya mereka dapat bangkit dan melanjutkan hidup. Semuanya itu Allah lakukan karena kemurahan hati-Nya ketika Israel bersedia datang dan berseru kepada-Nya dengan segenap hati.

Di tengah berbagai kesulitan dan kesedihan yang kita alami dalam hidup, Allah meminta kita untuk tetap percaya dan datang kepada-Nya dengan segenap hati. Karena Allah akan selalu hadir untuk memulihkan kita, dan memberikan harapan yang menguatkan kita untuk terus menjalani hidup.

—ZDP/www.renunganharian.net


BERJALANLAH DENGAN KESUNGGUHAN HATI
SUPAYA KITA DAPAT TERUS MELANGKAH MAJU

Renungan